Ternate – Kelurahan Rua merupakan salah satu kelurahan di Kota Ternate yang terletak dibagian pesisir Barat Daya, dimana masyarakat di kelurahan tersebut memiliki dua mata pencaharian pokok yakni petani dan nelayan.
Meskipun ada dua mata pencaharian pokok masyarakat di kelurahan Rua saat ini, namun jika dilihat dari pergerakan dan atau aktifitas keseharian masyarakat setempat, memberi gambaran bahwa kurang lebih 65 persen masyarakat berprofesi sebagai nelayan.
Bukti dari 65 persen masyarakat berprofesi nelayan di kelurahan Rua ini yakni, nelayan Rua dapat menyumbangkan ikan hasil tangkapannya di Kota Ternate berkisar 30 hingga 40 ton per harinya.
Namun dibalik dari banyaknya hasil tangkapan para nelayan tersebut, ada duka yang tersimpan rapi dipusarsn pesisir pantai dimana tempat nelayan melabuhkan kapal ikannya. Duka tersebut yakni sepinya perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, terhadap fasilitas nelayan terutama dermaga Tempat Pendaratan Ikan (TPI), dan kostor untuk fasilitas pendingin serta pembekuan ikan.
Bayangkan saja jika dalam sehari hasil tangkapan para nelayan Rua mencapai 40 ton, jika dikalikan dengan Rp. 20.000 per Kg, maka setiap harinya kurang lebih 800 juta rupiah uang yang mengalir di pesisir pantai, yang menyimpan banyak duka diatas janji politik para elit tersebut.
Oleh karena itu jika para pemangku kepentingan negeri ini, paham tentang tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Maka sudah seharusnya kawasan ini menjadi perhatian khusus pemerintah terutama Pemkot Ternate selaku pemilik wilayah, bukan malah sepi perhatian pemerintah hingga menimbulkan luka dan duka di hati masyarakat.
Editor : Panji
Sumber Berita : Inv.












